
loading...
Ketua Umum Aprindo Roy Mandey mengatakan, insentif dibutuhkan karena pengusaha ritel harus melakukan usaha ekstra dalam mendorong kasir maupun konsumen menggunakan QRIS. Petugas kasir yang berhadapan langsung dengan konsumen memiliki peran penting dalam mensosialisasikan pembayaran menggunakan kode QR tersebut. "Kebutuhan insentif khususnya untuk yang ada di garda terdepan, seperti kasir," kata Roy di Jakarta, Kamis (6/2/2020).
Menurutnya, insentif tersebut dapat berupa langsung maupun tidak langsung. Insentif langsung yang bisa diberikan ke pengusaha ritel seperti biaya promosi yang dalam mendukung adopsi QRIS seperti yang lazim dilakukan perbankan.
Baca Juga:
Sementara itu, insentif tidak langsung yang dapat diberikan dalam upaya adopsi QRIS adalah pelatihan khusus atau workshop yang diberikan. "Insentif bisa diambil dari promosi bank atau fintech yang ada di belakang QRIS itu supaya mendorong kasir setengah mengedukasi masyarakat, konsumen, pemakai QRIS," ujar dia.
Bank Indonesia (BI) telah resmi meluncurkan standar QR code untuk sistem pembayaran. Standarisasi yang diumumkan Gubernur BI Bapak Perry Warjiyo ini disebut sebagai QRIS yang akan diberlakukan secara nasional untuk sistem pembayaran masyarakat yang aman, lancar dan efisien.
Standarisasi ini berfungsi agar satu kode bisa dipakai melalui layanan pembayaran yang berbeda. Selama ini setiap layanan memiliki model QR code yang berbeda-beda sehingga ketika pedagang ingin menyediakan layanan pembayaran yang beragam harus siapkan lebih dari satu QR Code.
(fjo)
"ritel" - Google Berita
February 06, 2020 at 06:30PM
https://ift.tt/2tD4Mwm
Industri Ritel Minta Insentif untuk Sosialisasi QRIS - SINDOnews.com
"ritel" - Google Berita
https://ift.tt/36sqiC4
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update
No comments:
Post a Comment