
Apple mulai meminta beberapa karyawan ritel untuk bekerja dari rumah karena toko masih ditutup. Perusahaan pun menawarkan dana penggantian pekerja untuk membeli peralatan digital untuk bekerja dari rumah, menurut tiga karyawan kepada Business Insider, dikutip Senin (6/4/2020).
Raksasa teknologi itu juga menyokong alat kesehatan baru untuk karyawan ritel dalam beberapa minggu belakangan ini lewat layanan kesehatan digital psikologis Sanvello dan aplikasi meditasi Ten Percent Happier.
"Apple menawarkan biaya US$100 (sekitar Rp1.650.950) untuk staf ritel yang perlu membeli peralatan seperti kursi kantor atau meja," begitu menurut narasumber anonim Business Inisder.
Baca Juga: Akibat Corona, 7 Startup Ini PHK Karyawan, Ada yang Dimodali Coca-Cola!
Per 13 Maret lalu, Apple memutuskan menutup seluruh toko ritel di luar China demi melindungi pelanggan dan karyawan dari wabah corona.
Saat itu, CEO Apple, Tim Cook berujar, "seluruh karyawan akan terus menerima gaji normal (per jam)." Baru-baru ini, perusahaan juga mengatakan akan terus menggaji pekerja kontrak.
Ketika dimintai keterangan soal biaya dukungan untuk karyawan ritel, Apple tak segera memberikan jawaban.
Sejauh ini, Amerika Serikat masih mencatatkan kasus infeksi corona tertinggi di dunia, jauh melampaui negara lainnya. Sampai Senin (6/4/2020), jumlah kasus di sana telah mencapai 337.392.
Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.
"ritel" - Google Berita
April 06, 2020 at 09:33PM
https://ift.tt/2XghugO
Diminta Bekerja dari Rumah, Karyawan Ritel Apple Dikasih Bonus Hampir Rp2 Juta Buat . . . . - WartaEkonomi.co.id
"ritel" - Google Berita
https://ift.tt/36sqiC4
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update
No comments:
Post a Comment